Tergerogoti Oleh Waktu

Aku senang. Hari ini waktu berpihak padaku. Dengan rela menemaniku hingga aku siap mengepakan sayap-sayapku kembali, dan terbang melalui angin melewati segala mimpi. Mimpiku tentang dirimu, tentang hari-hari depanku. Tapi kembali aku tersadar, aku masih sendiri. Sendiri melewati kerikil-kerikil tajam. Sendiri melewati terik panas mentari.

Siapa yang sudi menemaniku selain waktu? Yang setiap detik-detiknya yang berlalu terus menggerogoti tubuhku. Usiaku. Hingga aku tidak lagi semuda dulu.


Waktu... Tak jemukah engkau padaku?


----- Desah Kian Dera -----

Related Posts:

  • Format Masa DepanHidup itu harus berubah. Mengikuti jejak matahari, bintang dan rembulan. Meski terkadang harus meninggalkan jejak yang perih. Menggoreskan luka yang terbuka dan terus terpatri sepanjang masa. Tapi itu semua demi membentuk for… Read More
  • Di Atas SajadahSakit ini. Apa sebenarnya yang sedang menggrogoti tubuhku ini? Mengapa hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti mentari, dan malam-malam terus berlalu, namun belum juga dia pergi. Sungguh amat menyiksaku. Ak… Read More
  • Beranjak Dari MimpiAku beranjak meninggalkan ruang kosong. Berharap kutemukan lagi setitik asa yang memburam. Seburam raut wajahmu. Aku sedih. Mengapa mendung itu harus datang. Saat badai berlalu sejenak. Saat kekosongan mulai terisi. Ah, aku … Read More
  • Jangan Pernah Jauh DarikuAku tahu, mungkin ini saatnya aku musti berpikir secara tepat. Apa yang dia minta, haruskah aku memutuskan berkata "iya"? Sementara di hati keraguan itu masih terus menerjang. Apa yang sebenarnya aku ragukan? Aku hanya tak i… Read More
  • Tamparan Angin MalamKetika aku masih terhanyut dalam alam impian. Saat sedetik lalu ku coba bangkit dan beranjak. Namun, serasa kakiku enggan untuk melangkah. Mati. Kaku. Membeku. Aku hanya bisa menyapa malam yang semakin pekat. Tapi di ujung w… Read More

14 komentar:

  1. Newbie ya?
    selamat dtg ya didunia blogger...
    :D
    hmm.. berbicara soal wkt, kita hrs bs bergerak cpt jgn hanya diam, karna jika kita diam wkt akan meninggalkan kita bgitu saja.

    Semangat sob!

    BalasHapus
  2. terima kasih sobat atas kunjungannya.
    kehadiranmu mmbwa warna tersendiri bagi blogku yg msh baru ini.

    BalasHapus
  3. semangat gan,.... kata-kata itu sungguh manis,..:)

    BalasHapus
  4. [Hany]->
    makasih ya Han.. kok gak difollow?

    [Anak Rantau]->
    terima kasih, ditunggu kunjungan brikutnya, mksh jg dah follow ^_^

    BalasHapus
  5. seperti telah hadir seorg pujangga baru nih...
    ^_^

    salam kenal ya, aku jg newbie kok..
    folback ya

    BalasHapus
  6. newbie tp dah bagus gini.. salam kenal ya ^^
    semangat!

    BalasHapus
  7. [Download Mp3 Free]->
    salam knl jg, makasih ya, aku dah folback tuh.. :D

    [Nurmayanti Zain]->
    ah masa sih mba Maya? ^_^

    [covalimawati]->
    apanya yg bgs sih, msh acak2an kok, nulis aja msh jarang
    mksh ya, salam jn ^_^

    BalasHapus
  8. happy to visit here
    ^_^
    visit me back please, I follow U...

    BalasHapus
  9. singkat,padat dan jelas...syahdu banget

    oia,aku follow ya,semoga berkenan kunjung balik

    BalasHapus
  10. [Kay]->
    thanks Kay, I will follow U too

    [Atma Muthmainna]->
    maksih..aku suka yg singkat2
    ^_^
    segera mungkin aku kunjungi balik..

    BalasHapus
  11. yang kalimat terakhir gan perlu di garis bawahi. itu tambah tua ato tambah dewasa? hahahah. semoga yang dewasa ah ya, jangan tua.

    BalasHapus
  12. Seni banget nih, I like it, ini juga bisa menjadi bahan renungan ane bahwa waktu terus berjalan, maka sikap pun harus lebih dewasa, seperti kata Bang Drieant

    BalasHapus