Tetap Berceloteh: Sayap Patah

Keadaan semakin hari semakin membuat bosan. Aku terpojok di sini sendiri. Sendirian. Tanpa kawan. Dan aku mulai merasa terbuang. Apakah begitu? Jangan! Jangan sampai itu terjadi. Jangan sampai keputusasaan ini menghampiri diriku. Sebab ada setitik cahaya di ujung terowongan sana. Pasti!

Kalaupun ku harus merangkak demi apa yang aku impikan. Kalaupun ku harus merebah berserak bagai dedaunan kering di musim kemarau. Akan kujalani semua itu. Walaupun purnama kian hari kian rapuh, dan kegelapan mulai menyelimuti hatiku. Aku tetap akan bilang,"Persetan dengan semua itu!!" Aku harus bisa merentang kembali sayap-sayapku yang dulu patah. Harus! Tapi semua itu hanya perlu waktu.


Akankah waktu memihakku?


----- Desah Kian Dera -----

Related Posts:

  • Format Masa DepanHidup itu harus berubah. Mengikuti jejak matahari, bintang dan rembulan. Meski terkadang harus meninggalkan jejak yang perih. Menggoreskan luka yang terbuka dan terus terpatri sepanjang masa. Tapi itu semua demi membentuk for… Read More
  • Terasa Longgar Belenggu ItuAda kelapangan di dadaku. Saat kumendapati sebuah titik cahaya di terowongan gelap sana. Ia datang menuntunku menuju ke dataran hijau nan indah. Aku tersenyum. Matahari pun tersenyum. Mungkinkah secercah harapan itu akhirnya … Read More
  • Tamparan Angin MalamKetika aku masih terhanyut dalam alam impian. Saat sedetik lalu ku coba bangkit dan beranjak. Namun, serasa kakiku enggan untuk melangkah. Mati. Kaku. Membeku. Aku hanya bisa menyapa malam yang semakin pekat. Tapi di ujung w… Read More
  • Di Atas SajadahSakit ini. Apa sebenarnya yang sedang menggrogoti tubuhku ini? Mengapa hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti mentari, dan malam-malam terus berlalu, namun belum juga dia pergi. Sungguh amat menyiksaku. Ak… Read More
  • Beranjak Dari MimpiAku beranjak meninggalkan ruang kosong. Berharap kutemukan lagi setitik asa yang memburam. Seburam raut wajahmu. Aku sedih. Mengapa mendung itu harus datang. Saat badai berlalu sejenak. Saat kekosongan mulai terisi. Ah, aku … Read More

2 komentar: