Separuh Nafasku Dalam Tangismu

Aku tahu, terkadang aku bukanlah diriku yang sebenarnya. Dan aku pun tahu, kau pasti sudah mengetahuinya sejak lama. Sejak separuh nafasku ini utuh kuberikan padamu. Tapi apakah hal itu yang seringkali membuatmu menangis?

Aku memang tak sesempurna cahaya di langit biru. Aku memang tak seputih rintik-rintik salju. Tapi tahukah engkau? Hatiku sudah kau curi sejak lama. Hatiku sudah terpatri di hatimu sejak lama. Sejak bola indah matamu hadir diantara ilalang rindu. Yang menghempas cintaku tuk berlabuh di hatimu. Sadarkah kau akan hal itu?

Kau menangis diantara sejuta tumpukan bebanmu. Dan aku tahu itu juga adalah bebanku. Tapi mengapa seringkali pula kau ingin menjauh dariku? Tak cukupkah kau menangis saja? Atau.........

Separuh Nafasku Dalam Tangismu

Lihatlah sayang,
Lihatlah mata bening anak kita


----- Desah Kian Dera -----

Metamorfosis Duniaku

Aku berlari, menelusuri lorong-lorong pintu yang berpeluang. Aku semakin berharap menemukan satu peluang saja dalam hidupku. Yang nantinya akan membawa setiap perubahan besar dalam duniaku. Duniaku yang penuh dengan kebohongan, kepalsuan, dan ketidaknyataan.

Dimanakah bisa kutemukan dunia yang baru?

Dunia yang penuh dengan kebahagiaan. Senyum. Tawa dan canda. Hingga menghilangkan segala beban yang ada. Merubah segala-galanya. Meskipun satu langkah kecil ini mulai kutapaki. Aku yakin nanti langkah yang besar akan aku lalui.


Semoga saat itu tiba, metamorfosisku sudah sempurna.


----- Desah Kian Dera -----

Jangan Pernah Jauh Dariku

Aku tahu, mungkin ini saatnya aku musti berpikir secara tepat. Apa yang dia minta, haruskah aku memutuskan berkata "iya"? Sementara di hati keraguan itu masih terus menerjang. Apa yang sebenarnya aku ragukan?

Aku hanya tak ingin berpisah darinya. Aku hanya ingin selalu dekat dengannya. Aku hanya ingin selalu melihat senyum manisnya. Aku hanya ini selalu mendengar ia berbicara. Meskipun terkadang kebisuan menghampiri menjadikan ruang yang kosong. Meskipun terkadang kebencian menyapa menjadikan lautan penuh amarah. Tapi aku tak ingin jauh darinya.

Aku ingin selalu bersamanya. Apapun yang terjadi. Apapun cobaan yang selalu datang. Apapun itu, aku ingin jangan pernah kau jauh dariku.


Aku tak sanggup tanpamu.


----- Desah Kian Dera -----

Di Atas Sajadah

Sakit ini. Apa sebenarnya yang sedang menggrogoti tubuhku ini? Mengapa hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti mentari, dan malam-malam terus berlalu, namun belum juga dia pergi. Sungguh amat menyiksaku. Aku ingin lepas. Ingin terbebas dan bisa menghirup udara segar lagi. Tapi serasa napasku sesak. Seolah ruang udara mulai hampa. Mulai tak kuasa lagi untuk ku hirup.

Ya Tuhan...

Bebaskanlah aku dari derita ini. Sakit ini teramat membuatku tak berdaya. Aku tahu ini adalah hukuman. Hukuman bagiku yang terkadang melupakan-Mu. Tapi aku yakin Engkau Maha Pengabul, yang kan selalu mengabulkan setiap hamba-Mu yang meminta.


Tuhan, kabulkanlah pintaku.. Agar aku bisa khusyuk memuji-Mu.


----- Desah Kian Dera -----