Aku tahu, terkadang aku bukanlah diriku yang sebenarnya. Dan aku pun tahu, kau pasti sudah mengetahuinya sejak lama. Sejak separuh nafasku ini utuh kuberikan padamu. Tapi apakah hal itu yang seringkali membuatmu menangis?
Aku memang tak sesempurna cahaya di langit biru. Aku memang tak seputih rintik-rintik salju. Tapi tahukah engkau? Hatiku sudah kau curi sejak lama. Hatiku sudah terpatri di hatimu sejak lama. Sejak bola indah matamu hadir diantara ilalang rindu. Yang menghempas cintaku tuk berlabuh di hatimu. Sadarkah kau akan hal itu?
Kau menangis diantara sejuta tumpukan bebanmu. Dan aku tahu itu juga adalah bebanku. Tapi mengapa seringkali pula kau ingin menjauh dariku? Tak cukupkah kau menangis saja? Atau.........
Lihatlah sayang,
Lihatlah mata bening anak kita
----- Desah Kian Dera -----
Aku memang tak sesempurna cahaya di langit biru. Aku memang tak seputih rintik-rintik salju. Tapi tahukah engkau? Hatiku sudah kau curi sejak lama. Hatiku sudah terpatri di hatimu sejak lama. Sejak bola indah matamu hadir diantara ilalang rindu. Yang menghempas cintaku tuk berlabuh di hatimu. Sadarkah kau akan hal itu?
Kau menangis diantara sejuta tumpukan bebanmu. Dan aku tahu itu juga adalah bebanku. Tapi mengapa seringkali pula kau ingin menjauh dariku? Tak cukupkah kau menangis saja? Atau.........
Lihatlah sayang,
Lihatlah mata bening anak kita