Hati Yang Terdalam

Aku yang sekarang bukan lagi aku yang dulu. Dulu aku tak mengerti apapun. Tentang arti hidup. Tentang untuk apa aku hidup. Dan kemana aku nanti.

Semua itu kini mulai bersarang di otakku. Yang mungkin bila aku rasakan begitu teramat rumit. Saking rumitnya mungkin melebihi rumit rumus-rumus matematika.

Dulu, hampir aku tak merasakan semua hal ini. Kini aku harus menemukan dan merasakan semua hal ini sendiri. Andai saja ada yang mengerti apa yang aku rasakan. Aku hanya ingin mencurahkan semuanya. Tentang kisah hidupku, yang kini membentur sebuah tembok yang tebal. Dimana aku dituntut agar bisa menembus tembok itu tanpa membuat tembok itu runtuh ataupun malah menimpaku sendiri.

Sebenarnya aku sedang bingung. Apa aku bisa membuktikan cintaku padanya. Yah, semua ini adalah soal cinta. Cinta yang sudah begitu lama aku bina dengan seorang gadis. Aku teramat mencintainya. Melebihi apapun. Aku rela melakukan apapun untuknya. Aku tak ingin kehilangan dia. Hidup matiku hanyalah untuknya.


Namun kenapa pertanyaan ini masih juga belum terjawab dan tetap ada,
Tuhan, kapan aku bisa hidup bersanding dengannya...??


----- Desah Kian Dera -----

Related Posts:

  • Format Masa DepanHidup itu harus berubah. Mengikuti jejak matahari, bintang dan rembulan. Meski terkadang harus meninggalkan jejak yang perih. Menggoreskan luka yang terbuka dan terus terpatri sepanjang masa. Tapi itu semua demi membentuk for… Read More
  • Mengejar MatahariLama sudah ku tertahan. Di sudut ruang gelap ini bersama angan. Detik ini ku harus bangkit. Meraih segala harapan dan impian yang dulu pernah ku gantung di tembok-tembok kamar. Tapi yakinkah aku? Yakinkah kalau bisik itu buka… Read More
  • Terasa Longgar Belenggu ItuAda kelapangan di dadaku. Saat kumendapati sebuah titik cahaya di terowongan gelap sana. Ia datang menuntunku menuju ke dataran hijau nan indah. Aku tersenyum. Matahari pun tersenyum. Mungkinkah secercah harapan itu akhirnya … Read More
  • Beranjak Dari MimpiAku beranjak meninggalkan ruang kosong. Berharap kutemukan lagi setitik asa yang memburam. Seburam raut wajahmu. Aku sedih. Mengapa mendung itu harus datang. Saat badai berlalu sejenak. Saat kekosongan mulai terisi. Ah, aku … Read More
  • Bisik Sang BayuDetik ini ku terseret ke dalam bening bola matamu. Kulihat tak seasing kemarin. Ada bulir-bulir putih salju terjatuh mengkristal di pipimu. Meluluhkan semua badai yang menghantam. Kutengadahkan ke atas langit. Sembari bersena… Read More

1 komentar:

  1. hmmm, jd inget sebuah lagu deh...
    :)
    semoga saja apa yg km harapkan itu akan tercapai ya sob.

    BalasHapus